Menggambar Bentuk Benda Dengan Teknik Kering
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari artikel ini Anda diharapkan dapat :
- Menjelaskan dasar-dasar menggambar alam benda secara singkat dan tepat
- Menjelaskan teknik kering untuk menggambar alam benda secara singkat dan tepat
- Mengidentifikasi jenis teknik kering untuk menggambar alam benda
- Mengidentifikasi bahan dan alat untuk menggambar alam benda dengan teknik kering
- Melakukan eksplorasi teknik kering arsir dan dusel
- Membuat gambar alam benda dengan teknik kering.
Kegiatan Belajar Menggambar Alam Benda Dengan Teknik Kering
Mengamati
a. Mengamati teknik kering gambar alam benda
- 1) Mengamati teknik kering charcoal.
![]() |
| Gambar 1. Teknik dusel bahan charcoal |
- 2) Mengamati teknik kering pensil grafit.
![]() |
| Gambar 2. Teknik arsir pensil grafit |
- 3) Mengamati teknik kering pensil warna.
![]() |
| Gambar 3. Teknik arsir pensil warna |
- 4) Mengamati teknik kering pastel.
![]() |
| Gambar 4. Teknik arsir pastel |
Pembahasan Materi
Ketika mengamati alam dan lingkungan serta dunia sekitar akan dijumpai beraneka macam bentuk yang berbeda-beda, mulai dari bentuk objek atau benda yang disediakan oleh alam sampai dengan bentuk benda/produk buatan manusia. Dari alam, akan dapat dilihat, awan, gunung, laut, batu tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia dan sebagainya.
Di samping itu, dapat juga dijumpai sepeda, mobil televisi, almari, piring dan benda-benda kebutuhan hidup manusia sehari-hari lainnya. Dari berbagai macam bentuk benda tersebut di atas, baik yang ada di alam (ciptaan Tuhan), maupun benda/produk buatan manusia dapat dibedakan bentuknya menjadi dua macam bentuk, yaitu geometris dan organis.
Benda-benda yang memiliki ketebalan/volume misalnya batang pohon, batu dan meja. Sedangkan benda-benda yang relatif tidak memiliki ketebalan misalnya daun, kertas dan kain. Perbedaan diantara keduanya terletak pada demensinya, yaitu tiga dimensi (yang memiliki sisi panjang lebar dan tinggi), dan dua dimensi (yang hanya memiliki sisi panjang dan lebar), sehingga bentuk penampangnya juga berbeda.
Kemampuan untuk menggambar bentuk benda-benda tersebut di atas akan dapat dicapai dengan baik apabila mengetahui permasalahannya, langkah-langkahnya dan kemauan berlatih menggambar secara terus-menerus.
Bahan pelatihan ini sangat penting untuk Anda pelajari, karena akan memberikan panduan untuk dapat menggambar bentuk benda geometris dan organis dengan baik dan benar. Bahan pelatihan ini dapat sekaligus dipergunakan oleh guru, sebagai buku pegangan mengajar menggambar bentuk di Sekolah.
Sebelum mempelajari bahan pelatihan ini diharapkan Anda sudah mahir membuat bermacam-macam garis menggunakan pensil graphite di atas kertas, misalnya dilihat dari bentuknya garis ada yang berbentuk lurus, zig-zag, lengkung, berkelok-kelok dan seterusnya, sedang kalau dilihat dari arah garis meliputi beberapa arah, yaitu vertikal, horisontal, diagonal dan sebagainya.
Dari tebal tipisnya garis menggambarkan karakter dan sugesti yang ditimbulkan oleh garis tersebut. Penguasaan garis harus Anda dimiliki, agar memudahkan dalam mengikuti latihan-latihan yang akan diberikan pada pembahasan ini.
1. Dasar-dasar Gambar Alam Benda
a. Identifikasi Bentuk
Bulan, matahari, bintang, bingkai foto, almari dan sebagainya merupakan benda-benda dengan bentuk yang beraturan karena panjang, lebar/diameter dan tingginya relatif terukur. karena sifat-sifatnya yang beraturan dan terukur, maka bentuk benda-benda ini lazim disebut dengan bentuk geometris.
Apabila dibandingkan dengan bentuk tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia yang memiliki bentuk relatif tidak beraturan dan tidak terukur atau sering disebut dengan bentuk organis, maka bentuk geometris memiliki penampilan wujud yang lebih sederhana. Untuk membedakannya, dapat dilihat pada beberapa gambar di bawah ini.
![]() |
| Gambar 5. Bentuk-bentuk geometris |
![]() |
| Gambar 6. Bentuk-bentuk organis |
Kemudian kalau kita melihat benda dari segi dimensinya, bentuk-bentuk yang sama akan menjadi berbeda apabila diberi volume atau ketebalan, misalnya saja lingkaran, apa bila diberi ketebalan akan menjadi bola, segitiga diberi ketebalan menjadi kerucut, sedangkan bujursangkar diberi ketebalan menjadi kubus dan sebagainya. Lihat beberapa contoh gambar di bawah ini.
![]() |
| Gambar 7. Bentuk-bentuk dua dimensi geometris dan organis |
![]() |
| Gambar 8. Bentuk-bentuk tiga dimensi geometris dan organis |
b. Pengertian Menggambar.
Proses memindahkan citra atau gambaran bentuk objek benda yang dihat, atau objek benda yang pernah dilihat, ke dalam bidang gambar merupakan keterampilan merekam bentuk visual yang lazim disebut dengan menggambar.
c. Dasar-Dasar Menggambar.
Keterampilan menggambar dapat dicapai dengan baik apabila didahului dengan pengetahuan tentang menggambar, dan latihan menggambar secara terus menerus. Adapun dasar-dasar menggambar adalah sebagai berikut.
1) Proporsi.
Untuk menggambar sebuah botol atau benda apa saja, baik dua demensi mau pun tiga demensi, geometris ataupun yang organis, ada di alam atau benda buatan manusia, yang harus diketahui adalah perbandingan antara panjang, lebar dan tinggi secara keseluruhan serta ukuran bagian-bagian dari benda tersebut secara rinci.
Jadi untuk menggambar sebuah botol, harus diketahui berapa ukuran perbandingan badan botol, leher botol, kepala botol, tutup botol dan seterusnya. Begitu juga untuk menggambar benda dalam kelompok, misalnya botol, cangkir dan piring, maka sebelum mulai menggambar harus diketahui lebih dahulu perbandingan ukuran dari masing masing benda tersebut.
![]() |
| Gambar 9. Mengukur proporsi masing-masing benda |
Jadi pengertian proporsi dalam hal ini adalah ukuran perbandingan ukuran antara bagian benda satu dengan yang lain, dan antara bagian benda itu sendiri secara keseluruhan.
2) Ketepatan Bentuk
Dalam menggambar bentuk, ketepatan bentuk merupakan hal yang paling utama, sehingga kompetensi ini disebut dengan menggambar bentuk, dalam menggambar bentuk secara realis tidak boleh ada distorsi atau deformasi bentuk, sehingga bentuk menjadi mutlak harus dapat dicapai. Dalam upaya mendapatkan ketepatan bentuk ada dua pendekatan, yaitu:
❤ a) Formula Albert Dureer
Dalam upaya mendapatkan ketepatan/presisi bentuk, seniman kenamaan Albert Dureer melakukan eksperimen dengan membuat gred pada lubang jendela, setiap gred diberi nomor, baik yang vertikal maupun horizontal. Kemudian model manusia diposisikan dibelakang gred, sehingga dalam eksperimen tersebut Albert Dureer dapat memindahkan objek manusia ke bidang gambar berdasar
yang terlihat dalam gred tersebut, dengan akurasi yang sempurna.
![]() |
| Gambar 10. Eksperimen Gred Albert Dureer |
![]() |
| Gambar 11. Pengembangan eksperimen Gred Albert Dureer |
❤ b) Formula Cezanne
Berbeda dengan Albert Dureer, Cezanne memAndang bentuk-bentuk yang ada di alam dikembalikan pada dasar bentuknya masing-masing.
![]() |
| Gambar 12. Formula Cezanne tentang bentuk |
Kedua pakar seni rupa dan praktisi seni rupa ini memiliki pendekatan bentuk yang berbeda, namun hakekat dan esensinya adalah sama, yaitu keduanya berusaha untuk mendapatkan ketepatan bentuk.
❤ c) Formula Struktur Bentuk
Formula struktur bentuk merupakan sebuah metode menggambar bentuk dengan pendekatan struktur objek, menggunakan garis-garis bantu atau garis-garis pertolongan dari struktur bentuk objek yang digambar.
3) Perspektif.
Ketika berada tepat di tengah-tengah rel kereta api, kemudian rel kereta api kelihatan lurus menjauh, disana akan terlihat sebuah ilusi yang tidak sesuai dengan kenyataan, rel kereta api yang menjauh makin lama akan semakin menyempit dan suatu ketika akan bertemu pada suatu titik. Hal ini membuktikan bahwa benda yang sama bentuk dan ukurannya, hanya karena perbedaan jaraknya, akan mengalami perubahan ukuran, semakin jauh semakin kecil.
![]() |
| Gambar 13. Perspektif pada rel kereta api |
Perhatikan rel kereta api pada gambar di atas, semakin jauh terlihat semakin mengecil, hal ini menunjukkan adanya pengaruh perspektif. Perspektif merupakan ilusi pandangan mata yang memberikan nilai keruangan atau keluasaan.
4) Komposisi
Dalam menggambar bentuk dikenal dua pengertian, yaitu:
a) Komposisi pengaturan benda-benda yang akan digambar diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi yang menarik, proporsional, dan artistic.
![]() |
| Gambar 14. Komposisi penataan objek |
b) Komposisi layout, terkait dengan pengaturan bidang gambar diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi layout bidang gambar yang menarik, proporsional, dan artistik.
![]() |
| Gambar 15. Komposisi layout meruncing di atas |
![]() |
| Gambar 16. Komposisi layout arah diagonal |
![]() |
| Gambar 17. Komposisi layout mengarah ke kanan |
![]() |
| Gambar 18. Komposisi layout memusat di tengah |
5) Karakter.
Karakter permukaan batu berlainan dengan permukaan kayu, begitu juga ciri khas benda yang terbuat dari logam berlainan dengan benda yang terbuat dari kaca, kulit, keramik, tekstil dan sebagainya. Masing-masing memiliki kualitas permukaan yang berbeda-beda mulai dari sangat keras, padat, lunak, lembek, berpori-pori, berkelok-kelok, lembut, cair dan sebagainya.
Cara menggambarkannya dibutuhkan ketelitian, kecermatan, dan penguasaan teknik. Disamping itu, harus diperhatikan juga kualitas permukaan benda yang digambar, misalnya kayu berserat, kaca mengkilap, awan bergumpal dan sebagainya.
![]() |
| Gambar 19. Beberapa karakter benda yang berbeda |
Beberapa karakter benda yang berbeda, bisa dilihat dari perbedaan cerah-suram, halus-kasar, warna, bentuk, dan sebagainya. Karakter dalam menggambar adalah ciri khas yang ada pada fisik benda yang meliputi keras, lunak, kurang basah, transparan dan tidak transparan, dan lain sebagainya.
6) Gelap-Terang.
Dalam mengamati benda tiga demensi, akan selalu nampak ada bagian yang terlihat gelap dan bagian yang terlihat terang. Hal ini dikarenakan adanya cahaya, baik cahaya yang sifatnya alami seperti matahari dan bulan atau cahaya buatan misalnya lampu atau lilin.
Pada bagian yang banyak mendapatkan sinar akan terlihat lebih terang bila dibandingkan dengan bagian yang kurang mendapatkan sinar. Kemudian akibat dari cahaya yang mengenai benda tersebut akan muncul bagian gelap yang menyerupai benda tersebut yang disebut dengan bayangan. Gelap terang dalam menggambar berfungsi untuk memberi kesan objek menjadi nyata dan berdimensi/volume.
![]() |
| Gambar 19 Gelap terang dan bayangan benda |
7) Cara Memegang Pensil.
Ada beberapa cara memegang pensil seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
❤ a) Writing Position
![]() |
| Gambar 20. Cara memegang pensil writing position |
Gambar ini menunjukkan posisi tangan memegang pensil,seperti orang sedang menulis atau disebut dengan Writing Position, posisi ini cocok untuk menggambar bentuk benda yang relatif kecil, rumit, detail, garis yang teratur, dan sama ukurannya.
❤ b) In the Palm Position
![]() |
| Gambar 21. Cara memegang pensil shaft In The Palm Position |
Posisi In The Palm Position (di dalam telapak tangan) cocok untuk mengarsir bidang yang relatif lebar, dengan goresan yang spontan dan ekspresif.
❤ c) Shaft Held Horizontally
![]() |
| Gambar 22. Cara memegang pensil Shaft Held Horizontally atau Underhand Position |
Cara memegang pensil Shaft Held Horizontally atau Underhand Position (di bawah telapak tangan) ini cocok untuk membuat arsiran yang lembut, bertekstur, serta hasil goresannya luas karena posisi pensil ditidurkan sehingga tekanan yang diberikan akan lebih lemah sewaktu digoreskan.
Unsur-Unsur Seni Rupa
Unsur-unsur seni rupa merupakan salah satu elemen atau bagian dari bahasa gambar yang sangat menentukan dalam mewujudkan karya seni rupa. Dengan memahami unsur-unsur rupa dan prinsip pengorganisasiannya, seseorang akan mampu membuat karya seni rupa menjadi lebih sempurna.
❤ 1) Titik
Sebuah bentuk disebut titik karena ukurannya relatif kecil. Titik akan tampak besar bila berada dalam bingkai yang kecil, namun sebaliknya titik akan nampak kecil bila berada pada bingkai yang besar. Wujud titik dapat berupa bulatan, bujur sangkar, segitiga, dan lain sebagainya. Sebuah titik relatif belum memiliki makna sebelum disusun ke dalam sebuah komposisi tertentu,
![]() |
| Gambar 23. Komposisi titik 1 |
❤ 2) Garis
Garis dalam seni rupa merupakan suatu goresan yang memiliki dimensi memanjang, sedangkan bentuknya dapat berupa garis lurus, lengkung, atau berkelok-kelok. Garis disebut juga sebagai batas limit dari suatu bentuk, bidang, ruang, warna dan sebagainya. Garis memiliki beberapa fungsi antara lain kesan keselarasan, rerak, irama, sugesti, pesan simbolik, kode ilusi dan bersifat maya.
![]() |
| Gambar 24. Komposisi garis lurus |
Contoh di atas adalah komposisi garis lurus yang digoreskan secara acak, spontan, ritmis dan teratur, yang dirangkai dalam satu kesatuan komposisi.
![]() |
| Gambar 25. Komposisi garis lengkung |
Contoh di atas menunjukkan sebuah komposisi garis lengkung yang disusun secara teratur membentuk rangkaian bergelombang.
❤ 3) Bidang
Bidang adalah keluasan dari segala bentuk pipih yang bukan titik dan garis. Bidang dikelilingi garis sebagai pembatas. Bentuk bidang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk antara lain geometris, organis, bersudut, tak teratur dan sebagainya.
![]() |
| Gambar 27. Contoh bidang geometris |
![]() |
| Gambar 28. Contoh bidang organis |
❤ 4) Bentuk
Bentuk adalah raut yang memiliki ukuran, warna dan barik (tekstur). Dalam bahasa Inggris bentuk dibedakan menjadi dua yaitu form dan shape. Kedua istilah ini dipakai untuk membedakan demensinya. Shape memiliki demensi panjang dan lebar saja, tidak memiliki volume (dua dimensi), sedangkan form memiliki demensi panjang, lebar dan tinggi sehingga membentuk atau memiliki volume (tiga dimensi).
![]() |
| Gambar 29. Contoh shade dan form |
Contoh shape pada gambar di atas berada di sebelah kiri, dan form sebelah kanan.
❤ 5) Warna
Teori ataupun difinisi tentang warna banyak jumlahnya, diantaranya menurut Teori Sir Isaac Newton bahwa warna adalah suatu kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata. Warna terjadi karena getaran cahaya putih. Sedangkan menurut Herbert Ivens, dengan teori lingkaran warnanya, membagi warna menjadi warna primer (merah,kuning dan biru), warna sekunder (hijau, oranye dan violet), serta warna tertier (percampuran warna primer dan sekender).
![]() |
| Gambar 30. Lingkaran warna |
Pada gambar lingkaran warna di atas tampak ada tiga warna primer, tiga warna sekender dan 6 warna tersier. Warna menurut teori ilmu bahan adalah pigmen yang dihasilkan dari percampuran bahan alam dengan zat kimia.
Dimensi warna.
❤ (a) Hue, adalah suatu istilah untuk menunjukkan nama warna, misalnya merah, kuning, biru, hijau dan sebagainya. Warna merah berbeda dengan warna kuning karena keduanya berbeda huenya, warna hijau berbeda dengan warna biru karena keduanya memiliki hue yang berbeda, begitu juga dengan warna-warna yang lain.
❤ (b) Value, adalah istilah untuk menunjukkan terang gelapnya warna. Suatu warna apabila ditambah dengan warna putih akan menjadi lebih terang dari warna aslinya, sedangkan untuk mendapatkan warna yang lebih gelap dari warna aslinya dapat ditambahkan dengan sedikit warna hitam. Apabila sebuah warna ditambah secara berangsur-angsur dengan warna putih maka akan terjadi beberapa tingkatan warna yang mengarah ke warna terang, yang sering disebut dengan istilah ‘tint’, namun bila suatu warna ditambah secara berangsur-angsur dengan sedikit warna hitam, maka akan terjadi beberapa tingkatan warna yang mengarah ke gelap yang sering disebut dengan istilah ‘shade’.
❤ (c) Intensity, adalah suatu istilah untuk menyebut cerah suramnya warna. Warna cerah memiliki intensitas yang tinggi, sedangkan warna suram memiliki intensitas yang rendah. Hitam, putih dan abu-abu adalah warna-warna yang tidak memiliki intensitas hue. Warna-warna ini berperan sebagai warna netral, sehingga sering dipakai untuk menetralisasikan sebuah komposisi warna yang terdiri banyak warna.
Setelah memahami tentang teori warna, berikut adalah contoh beberapa komposisi warna, yang terdiri dari komposisi warna primer, sekunder dan tersier. Kesemua komposisi dibuat dalam bentuk susunan bidang-bidang geometris.
![]() |
| Gambar 31. Komposisi warna primer |
![]() |
| Gambar 32. Komposisi warna sekunder |
![]() |
| Gambar 33. Komposisi warna tersier |
6) Tekstur
Tekstur adalah nilai raba dari suatu pemukaan sebuah benda, misalnya kertas, kanvas, kayu, batu, logam, kain dan sebagainya, masing-masing memiliki tekstur yang berbeda-beda. Dari beberapa jenis gambar yang dikerjakan di atas kertas yang sama dapat memiliki tekstur yang berbeda apabila dalam pengerjaannya menggunakan bahan dan alat yang berbeda, misalnya menggunakan pensil berbeda dengan charcoal, pastel dan sebagainya, sehingga terjadilah permukaan itu menjadi kasap, licin atau kasar.
Tekstur dibedakan menjadi dua, yaitu:
❤1) Tekstur Nyata. Disebut dengan tekstur nyata apabila kualitas permukaan atau nilai raba dari sebuah permukaan benda tersebut betul-betul nyata sesuai penglihatan mata: kasar, bergerigi, tidak rata, bergelombang dan seterusnya.
![]() |
| Gambar 34. Tekstur nyata |
❤ 2) Tekstur Semu
Disebut dengan tekstur semu apabila kualitas permukaan atau nilai raba dari sebuah permukaan benda tidak sesuai penglihatan mata, misalnya kelihatannya kasar, bergerigi, tidak rata, bergelombang dan seterusnya, akan tetapi ketika diraba ternyata halus, licin, lembut dan sebagainya.
![]() |
| Gambar 35. Tekstur semu |
8. Eksplorasi
Pada bagian eksplorasi ini akan dicobakan beberapa kali tentang berbagai jenis arsir dan beberapa unsur bentuk benda.
a. Eksplorasi arsir
- 6) Arsir garis lacak zig zag membentuk gradasi gelap-terang.
![]() |
| Gambar 41. Arsir garis zig-zag membentuk gelap terang |
- 7) Arsir garis acak membentuk gradasi gelap terang dari bawah ke atas.
![]() |
| Gambar 42. Arsir acak membentuk gelap terang |
- 8) Arsir garis acak bebas membentuk transisi dari gelap-terang dari atas ke bawah.
![]() |
| Gambar 43. Arsir acak bebas membentuk gelap terang ke bawah |
- 12) Arsir dot teratur membentuk transisi gelap terang.
![]() |
| Gambar 47. Arsir dot teratur membentuk transisi |
- 13) Arsir garis lengkung memusat dengan gelap di tengah.
![]() |
| Gambar 48. Arsir garis lengkung memusat dengan gelap di tengah |
- 17) Arsir garis lengkung membentuk gelap terang diagonal
![]() |
| Gambar 52. Arsir garis lengkung membentuk gelap terang diagonal |
b. Eksplorasi bentuk
- 5) Arsir membentuk bola kayu dengan permukaan tidak rata
![]() |
| Gambar 57. Arsir bentuk bola dengan permukaan tidak rata |
3. Menggambar Bentuk Benda Dengan Teknik Kering Pensil Grafit
a. Gambar alam benda dengan dasar bentuk geometris.
Pada bagian ini akan diberikan panduan cara membuat gambar bentuk alam benda beserta urutan langkah-langkahnya. Benda yang akan dijadikan model untuk digambar adalah benda yang memiliki dasar bentuk geometris, yaitu teko, gelas, apel dan tutup gelas.
Pada bagian ini akan diberikan panduan cara membuat gambar bentuk alam benda beserta urutan langkah-langkahnya. Benda yang akan dijadikan model untuk digambar adalah benda yang memiliki dasar bentuk geometris, yaitu teko, gelas, apel dan tutup gelas.
Berikut adalah langkah kerja cara membuatnya.
- 5) Membuat garis-garis untuk menandai bagian gelap dan terang serta transisinya
![]() |
| Gambar 65. Membuat garis-garis tanda antara gelap dan terang |
- 7) Membuat kesan volume benda dengan cara menambahkan kontras gelap terang.
![]() |
| Gambar 67. Membuat kesan volume dengan menambah gelap terang |
- 8) Menambahkan transisi antara kontras gelap ke terang.
![]() |
| Gambar 68. Menambah transisi antara gelap dan terang |
- 9) Menambahkan garis-garis tipis ornament yang ada pada teko dan cangkir.
![]() |
| Gambar 69. Menambahkan garis-garis ornamen. |
- 10) Menambahkan ornamen dan memperjelas bentuk objek teko, cangkir dan apel.
![]() |
| Gambar 70. Mengarsir ornament dan memperbaiki bentuk objek |
- 11) Menambahkan alas sebagai dasar peletakan objek.
![]() |
| Gambar 71. Menambahkan alas sebagai dasar peletakan objek |
b. Gambar alam benda dengan dasar bentuk organis
Setelah menggambar alam benda dengan bentuk dasar geometris, maka sekarang akan dipandu cara membuat gambar alam benda yang memiliki dasar bentuk organis. Pada prinsipnya, cara membuat gambar antara keduanya sama, letak perbedaannya tidak terlalu prinsip, misalnya pada masalah bentuk, bentuk-bentuk yang memiliki dasar bentuk geometris lebih sederhana dan terukur, sehingga dalam proses visualisasinya lebih mudah, yaitu dengan membuat garis-garis bantu atau garis pertolongan. Untuk bentuk-bentuk benda yang memiliki dasar bentuk organis lebih rumit.
Berikut adalah urutan langkah cara menggambarnya.
- 1) Mengamati objek model sebagai acuan. Model yang akan digambar adalah bintang laut, yang memiliki bentuk dan anatomi rumit dan unik, sangat khas dan menarik untuk digambar. Yang perlu diperhatikan dalam mengamati objek yang akan digambar adalah menangkap bentuk globalnya lebih dahulu, kemudian memperkirakan struktur bentuk.
- 6) Mempertegas bentuk objek dan latar belakang
![]() |
| Gambar 81. Mempertegas bentuk objek dan latar belakang |
- 7) Membuat kesan dimensi, perspektif, dan kesan volume secara keseluruhan, serta detil objek sehingga dapat memberi kesan nyata, realis serta wajar.
![]() |
| Gambar 82. Membuat kesan volume dan detil objek |
Rangkuman
Identifikasi Bentuk yaitu bentuk geometris dan bentuk organis.
Dasar-Dasar Menggambar
Dasar-Dasar Menggambar
- Proporsi.
- Ketepatan Bentuk
- Perspektif.
- Komposisi
- Karakter.
- Gelap-Terang.
Cara Memegang Pensil ada tiga
Unsur-Unsur Seni Rupa
Unsur-Unsur Seni Rupa
- Titik
- Garis
- Bidang
- Bentuk
- Warna
- Tekstur
Demikian pembahasan tentang Menggambar Bentuk Benda Dengan Teknik Kering, semoga bermanfaat. Silakan menyimak materi penting lainnya......
Juga pembahasan menarik lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.


















































































